Cari Blog Ini

Proyektor ZTE Pakai Android, Bisa Jadi MiFi

KOMPAS.com - ZTE memamerkan sebuah proyektor portable bernama Spro 2 di pagelaran Consumer Electronics Show 2015. 

Sepintas produk ini terlihat tidak begitu berbeda dari produk serupa yang beredar di pasaran. Akan tetapi, perusahaan asal Tiongkok tersebut ternyata menanamkan begitu banyak fitur menarik di produk ini.

Salah satu kelebihan yang dimilikinya terletak di sistem operasi yang digunakannya. Perangkat yang dapat memproyeksikan video hingga 1080 piksel ini berjalan Android versi 4.4.2 KitKat.

Namun, pengguna Spro 2 tidak akan menemukan antarmuka Android yang biasa ditemukan di perangkat ponsel pintar atau tablet. ZTE menyederhanakan tampilan antarmuka agar pengguna Spro 2 dapat lebih mudah mengoperasikannya.

Salah satu contoh modifikasi antarmuka, ZTE membuat shortcut ke file film, musik, atau dokumen presentasi. Harapannya, pengguna tidak kesulitan mencari file yang ingin mereka proyeksikan melalui Spro 2 ini.

Sekadar informasi, antarmuka Android biasanya terdiri dari homescreen dan App Drawer ("laci" tempat menyimpan ikon aplikasi yang terpasang). Biasanya dibutuhkan beberapa langkah untuk mencari dokumen atau file yang diinginkan.

Spro 2 hadir dalam ukuran yang cukup mungil. Seperti KompasTekno kutip dari The Verge, Senin (12/1/2015), proyektor ini memiliki bentuk nyaris kotak dengan dimensi 5,1x 5,2 x 1,5 inci. Ia pun dilengkapi dengan layar sentuh berukuran 5 inci.

Perangkat tersebut dikatakan mampu memproyeksikan gambar dengan ukuran hingga 120 inci dengan resolusi 1280 x 720 piksel.

Spro 2 dilengkapi dengan kemampuan untuk mengakses jaringan seluler 4G LTE. Produk ini pun bisa dijadikan sebagai WiFi hotspot atau MiFi untuk delapan perangkat elektronik sekaligus.

Spro 2 sendiri baru akan segera dijual di pasar Amerika Serikat. ZTE belum membeberkan harga dari perangkat ini. Namun, mereka memberikan sedikit bocoran bahwa Spro 2 akan dibanderol antara 600 dollar AS hingga 1000 dollar AS. Belum diketahui apakah produk ini akan hadir di Indonesia atau tidak.
READ MORE - Proyektor ZTE Pakai Android, Bisa Jadi MiFi

Google Bocorkan Kelemahan Windows 8.1

KOMPAS.com - Google Project Zero menemukan adanya kelemahan dalam sistem Windows 8.1 besutan Microsoft. Kelemahan ini telah dilaporkan pada raksasa softwareitu. Namun selain melaporkan, ternyata Google juga mempublikasi kelemahan temuannya.

Dilansir KompasTekno dari Engadget, Senin (5/12/2015), kelemahan atau bug yang dipublikasikan tersebut dapat berakibat cukup fatal. Bug ini membuat pengguna dengan akses level bawah bisa menjadi level administrator pada komputer manapun yang menggunakan Windows 8.1. Level administrator membuat pengguna bisa mengakses data-data sensitif pada sistem.

Google bukan sekadar mempublikasikan kelemahan pada Windows 8.1 itu. Publikasi tersebut juga menyertakan sejumlah kode yang dapat dipakai untuk mengeksploitasinya.

Microsoft bereaksi cepat. Bug tersebut memang belum diperbaiki. Namun mereka mempublikasikan bahwa penyerang tetap harus memiliki data-data logon yang valid agar dapat masuk ke dalam sistem yang diincarnya. 

Hal ini dapat meminimalisir kerusakan, walau sebetulnya masih ada kemungkinan fatal akibat bug tersebut. “Saat ini kami sedang mengerjakan update keamanan untuk mengatasi masalah perubahan hak akses tersebut,” terang Microsoft dalam pernyataan resminya.

Sebelumnya pada 30 September 2014, Google telah melaporkan soal bug tersebut pada Microsoft. Mereka juga telah menginformasikan tenggat waktu 90 hari untuk menyelesaikan masalah itu. 

Publikasi tersebut dilakukan Google tepat setelah tenggat waktu berlalu meskipun Microsoft belum bisa menyelesaikan masalah bug terkait.
READ MORE - Google Bocorkan Kelemahan Windows 8.1

Smartphone 4G Baru Lenovo Bakal Pakai Intel

KOMPAS.com - Chip LTE-Advance besutan Intel bakal diadopsi oleh dua smartphone Lenovo. Kedua smartphone tersebut direncanakan meluncur pada awal 2015. Langkah ini dinilai sebagai satu kemajuan bagi produsen chip asal California itu. 

Segmen mobile pernah diabaikan Intel selama beberapa tahun, saat itu mereka fokus pada bisnis utamanya; suplai chip untuk PC serta data center. Tapi kemudian perangkat mobile semakin booming dan banyak pengguna PC beralih ke tablet. Intel pun masuk dan berjuang di pasar mobile demi mempertahankan pertumbuhan bisnisnya. 

Selain menyediakan chip LTE-Advance untuk dua smartphone baru Lenovo, Intel juga akan mengisi dapur pacunya dengan prosesor Atom 64-bit. Satu smartphone akan dilepaskan di China pada awal Februari 2015, satu lagi akan dilepaskan di pasar-pasar negara berkembang pada awal Januari. 

Seperti dilansir KompasTekno dari Cnet, Jumat (19/12/2014), seorang sumber anonim mengatakan bahwa ini merupakan smartphone 4G pertama Intel yang mencapai China. Saat ini, China merupakan pasar smartphone dengan jumlah pengguna terbesar di dunia. Di sisi lain, Negeri Tirai Bambu itu juga sedang mempercepat penerapan teknologi 4G. 

Aicha Evans, seorang Vice President di Intel dalam wawancara baru-baru ini mengungkapkan bahwa perusahaan semikonduktor terbesar dunia itu berniat jadi pemain yang kredibel di China. “Kami sudah bertekad. Ini akan jadi marathon dengan banyaksprint di sela-selanya,” ujarnya.
READ MORE - Smartphone 4G Baru Lenovo Bakal Pakai Intel

Xiaomi Siap Berekspansi Ke Dunia Barat?

KOMPAS.com - Setelah sukses menggarap pasar Asia, Xiaomi dikabarkan tengah bersiap untuk berekspansi ke dunia Barat. Awal perjuangan vendor asal Tiongkok tersebut dikabarkan akan dimulai pada awal tahun 2015 mendatang.

Menurut media asal Tiongkok Economic Daily News, seperti dikutip KompasTekno dariTrusted Reviews, Minggu (7/12/2014), Xiaomi akan mulai memperkenalkan diri secara resmi di dunia Barat pada ajang Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, Amerika Serikat, pada 6 Januari mendatang.

Pada ajang tersebut, Xiaomi dikatakan akan merilis penerus dari seri ponsel andalannya, Xiaomi Mi 5.

Perangkat ini sendiri dikabarkan akan hadir dengan spesifikasi yang sangat tinggi. Ia dirumorkan akan memiliki layar dengan bentang 5,7 inci dengan dukungan terhadap resolusi QHD.

Xiaomi Mi 5 akan ditenagai dengan prosesor 64-bit Snapdragon 810 dari Qualcomm, kamera 20,7 megapiksel, dan sensor pemindai sidik jari. Seperti kebiasaan selama ini, Mi generasi kelima tersebut tetap berjalan di sistem operasi Android yang dipercantik dengan tampilan antarmuka MIUI.

Xiaomi pun tidak akan memberikan banderol harga yang terlalu tinggi. Para peminat dikatakan hanya perlu menebus Mi 5 dengan harga 325 dollar AS atau sekitar Rp 4 juta.

Hingga berita ini dinaikkan, Xiaomi masih belum memberikan konfirmasinya mengenai kemungkinan dirilisnya Mi 5 di ajang CES mendatang.
READ MORE - Xiaomi Siap Berekspansi Ke Dunia Barat?

Apple Akan "Pensiunkan" iPhone 5c

KOMPAS.com — Setelah sempat mengurangi jumlah produksi harian iPhone 5c, Apple dilaporkan akan menghentikan selamanya pembuatan smartphone tersebut.

Seperti dikutip KompasTekno dari Cnet, Kamis (27/11/2014), iPhone yang menggunakan cangkang plastik tersebut akan berhenti diproduksi mulai pertengahan 2015 mendatang.

Apple tidak menyebutkan alasan penghentian produksi iPhone 5c tersebut. Minimnya permintaan pasar terhadap iPhone 5c disinyalir menjadi salah satu alasannya.

iPhone 5c sejatinya merupakan iPhone 5 versi plastik. Keduanya hadir dengan spesifikasihardware yang tidak jauh berbeda. Yang jadi pembeda, iPhone 5 menggunakan casingberbahan metal, sementara iPhone 5c dengan cangkang plastik.

iPhone 5c yang diluncurkan pada September 2013 bersamaan dengan iPhone 5s sejak awal diprediksi tidak bisa bersaing dengan smartphone-smartphone sekelas. Para konsumen sendiri dikatakan lebih memilih iPhone 5s karena hadir dengan berbagai fitur baru dan juga spesifikasi yang lebih tinggi dari iPhone 5c.

Apple sebenarnya menargetkan iPhone 5c untuk segmen pasar menengah di negara berkembang. Namun, harga ponsel itu dianggap belum cukup murah untuk konsumen di sejumlah negara sehingga kurang laris di pasaran.

Di Indonesia, iPhone 5c saat itu dihargai Rp 8,7 juta, lebih mahal dibandingkan ponsel Android Samsung Galaxy S4 yang dibanderol Rp 7,5 juta. 

Apple masih belum mengeluarkan komentar terkait penghentian produksi ini.
READ MORE - Apple Akan "Pensiunkan" iPhone 5c

AMD Resmikan Prosesor APU Carrizo

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pabrikan hardware AMD memperkenalkan dua SoC (System on a Chip) baru di ajang Future of Compute yang digelar di Singapura, Kamis (20/11/2014).

Kedua SoC tersebut mengusung nama "Carrizo" untuk konsumen yang mengunggulkan performa dan "Carrizo-L" untuk kelas mainstream.

Carrizo dan Carrizo-L akan menjadi bagian dari prosesor Accelerated Processing Unit (APU) Mobile milik AMD yang akan bisa dinikmati konsumen di paruh pertama tahun 2015 nanti.

AMD akan menggandeng sejumlah rekanan pabrikan hardware dan software-nya untuk mengembangkan produk komputasi yang komplit, mulai dari peranti komputer untuk tugas pekerjaan sehari-hari, bermain game, hingga multimedia yang mendukung grafis resolusi 4K.

Beberapa fitur yang dimiliki antara lain dukungan Microsoft DirectX 12, OpenCL 2.0, AMD Mantle, AMD Freesync, dan mendukung sistem operasi Microsoft masa mendatang, Windows 10.

"Dengan Carrizo, AMD ingin memberikan pengalaman komputasi yang hemat daya namun bertenaga untuk beragam sistem," demikian ujar Joe Macri, Chief Technology Officer, AMD saat memperkenalkan Carrizo ke sejumlah media yang menghadiri ajang "Future of Compute" di Singapura.

Ditambahkan oleh Joe, selain mampu mereduksi daya, Carrizo juga bisa meningkatkan tenaga sekaligus memberikan keamanan yang unggul karena semua perangkat klien akan mendapatkan keamanan kelas enterprise

Prosesor Carrizo  akan mengintegrasikan CPU baru dengan sandi "Excavator" dan grafis AMD Radeon pertama yang mengusung konsep Heterogeneous Systems Architecture (HSA) 1.0.

Sementara SoC “Carrizo-L” akan menggunakan CPU dengan sandi "Puma+" dengan GPU Radeon R-Series GCN untuk konfigurasi sistem mainstream.

Sistem keamanan AMD Secure Processor juga akan diintegrasikan ke dalam APU “Carrizo” dan “Carrizo-L,” sehingga konsumen dapat mendapat perlindungan keamanan kelas enterprise, ARM TrustZone untuk pengguna kelas konsumer.

AMD berharap dengan APU Carrizo tersebut, pabrikan hardware akan semakin mudah dalam merancang beragam produk sistem mobile untuk kalangan komersil dan konsumer.

Carrizo dan Carrizo-L direncanakan akan dirilis oleh AMD di rentang semester pertama 2015. Sementara produk-produk pendukungnya, seperti laptop dan sistem PC All-in-One yang mengusung APU terbaru AMD ini dijadwalkan sudah mulai dijual pada pertengahan tahun 2015.
READ MORE - AMD Resmikan Prosesor APU Carrizo

Di Indonesia, 10.000 Redmi Note Terjual dalam 40 Detik

JAKARTA, KOMPAS.com — Vendor smartphone Tiongkok, Xiaomi, pada hari ini, Kamis (13/11/2014), mencatatkan rekor baru penjualan kilat (flash sale) perangkatnya di Indonesia.

Xiaomi berhasil menjual habis stok Redmi Note-nya yang mereka miliki dalam waktu di bawah satu menit, lebih tepatnya adalah 40 detik. 

Dalam sesi flash sale yang dilakukan pada pukul 11.00 WIB siang tadi, menurut keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Lazada mengklaim telah menjual Redmi Note sebanyak 10.000 unit hanya dalam waktu 40 detik.

Sebelumnya, smartphone Xiaomi Redmi 1S yang dijual di situs e-commerce Lazada baru habis terjual dalam waktu 12 menit, seperti penjualan kilat yang dilakukan pada September lalu.

Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh akun Twitter resmi Mi Indonesia (@MiOfficial_ID). Dalam akun Twitter-nya itu, Mi Indonesia mengucapkan terima kasihnya atas dukunganfans Mi di Indonesia, disertai dengan foto yang bertuliskan "10.000 unit Redmi Note Habis dalam kurang dari 40 detik."

Sementara itu, akun Twtter resmi Lazada, (@LazadaID), menerangkan mengapa kali ini penjualan Redmi Note bisa dilakukan lebih cepat. Menurut Lazada, tim mereka menerapkan sistem penghitungan yang baru. Penghitungan dilakukan saat habisnya stok yang dipesan, bukan saat pembeli melakukan checkout.

Redmi Note yang dibanderol Rp 2 juta ini merupakan produk kedua Xiaomi yang resmi dipasarkan di Indonesia melalui situs e-commerce Lazada setelah Redmi 1S. 

Sebelumnya, Xiaomi mengklaim berhasil menjual 85.000 Redmi 1S dalam beberapa kali sesi flash sale yang dilakukan sejak September hingga November 2014.
Editor: Reza Wahyudi
READ MORE - Di Indonesia, 10.000 Redmi Note Terjual dalam 40 Detik
 

Postingan Populer

Diberdayakan oleh Blogger.