Pengguna BlackBerry Kini Bisa "BBM-an" di PC

KOMPAS.com — Akhir minggu ini, BlackBerry menyalurkan sistem operasi versi 10.3.1 ke sejumlah perangkat BlackBerry 10. Berdasarkan keterangan tertulis yang diterimaKompas Tekno, Jumat (20/2/2015), pembaruan sistem operasi ini menghadirkan sejumlah fitur baru, termasuk di antaranya dukungan BlackBerry Blend.

BlackBerry Blend adalah aplikasi untuk komputer desktop, laptop, dan tablet yang terhubung ke ponsel BlackBerry melalui koneksi seluler, Wi-Fi atau USB. 

Dengan program ini, pengguna perangkat BlackBerry 10 bisa mengakses aneka fungsimessaging perangkat, seperti SMS dan BlackBerry Messenger (BBM), melalui komputer atau tablet. Penerimaan dan pengiriman pesan BBM pun bisa dilakukan lewat desktop.

Dukungan BlackBerry Blend pada awalnya hanya tersedia untuk ponsel  BlackBerry Passport. Dengan update OS terbaru, perangkat lain, seperti BlackBerry Z30, Q10, Q5, dan Z3, kini bisa terhubung ke software tersebut.

Adapun ponsel teranyar dari BlackBerry, Classic, sudah menjalankan OS 10.3.1 secaradefault dari pabrik.

Fitur baru lain yang turut dihadirkan BlackBerry pada OS 10.3.1 termasuk toko aplikasi Amazon Appstore, teknologi personal assitant berbasis suara BlackBerry Assistant,instant action pada BlackBerry Hub, profil hemat daya Power Saving, BBM Meetings, serta aneka fungsi kamera baru seperti HDR.

Pengguna perangkat BlackBerry 10 dengan keyboard QWERTY juga mendapat kemampuan baru berupa shortcut di tombol-tombol keyboard yang bisa berguna saat menjalankan instant action di BlackBerry Hub, misalnya tombol "T" yang akan langsung menampilkan pesan-pesan dalam urutan teratas. 

Update OS BlackBerry 10.3.1 bisa didapatkan melalui pilihan "software updates" dalam menu "settings" di ponsel BlackBerry 10.

Related Posts:

LiFi, WiFi Berbasis Cahaya Berkecepatan 100 Gbps

KOMPAS.com - Kabel fiber optic berkecepatan tinggi yang menjadi tulang punggung infrastruktur telekomunikasi modern tidak menghantarkan data langsung ke komputer milik konsumen. Urusan last mile itu biasanya diserahkan ke perantara lain, seperti kabel tembaga atau sinyal nirkabel.

Nah, bagaimana kalau "cahaya" dari kabel fiber optic bisa dibuat menjangkau langsung aneka perangkat yang menjadi tujuan akhir data, baik komputer, TV pintar atau lain sebagainya?

Itulah ide di balik sebuah percobaan yang dilakukan oleh Oxford University dan University College, di mana "cahaya" sebagai medium pengantar data di kabel serat optik diambil, diperkuat, lantas dipancarkan ke komputer secara nirkabel sehingga berperan serupa jaringan Wi-Fi.

Dari hasil percobaan, berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas Tekno dari IEEE Spectrum, Senin (16/2/2015), sistem yang dinamakan "LiFi" itu berhasil mentransfer data dengan kecepatan mencapai 100 Gbps, berkali-kali lipat lebih kencang dibandingkan standar Wi-Fi tercepat saat ini (802.11ac) yang mentok di angka sekitar 7 Gbps.

Namun, LiFi memiliki kelemahan dibanding metode Wi-Fi konvensional. Meski diterapkan melalui semacam base station yang ditempel di langit-langit ruangan, LiFi membutuhkandirect line of sight alias "pandangan" langsung ke perangkat tujuan yang dilengkapireceiver khusus, layaknya koneksi infra red pada gadget jadul.

Selain itu, perangkat tujuan pun harus stasioner alias tidak boleh dipindah-pindahkan. Tim peneliti sedang mengembangkan cara untuk membuat sistem penjejak yang memungkinkan base station LiFi melacak posisi perangkat di dalam ruangan dan membuat sambungan.

Karena belum praktis, untuk sekarang mungkin LiFi masih tak bisa menggantikan WiFi. Namun, dengan kecepatan potensial mencapai lebih dari 3 terabit, para penciptanya berharap teknologi ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk aplikasi lain.

Related Posts:

Google Glass Bakal Dirancang Lagi dari Nol

KOMPAS.com - Pertengahan Januari lalu, Google Glass berhenti diproduksi. Namun, pihak Google berjanji tak akan selamanya menghentikan produksi kacamata pintar itu.

Google nampaknya akan merealisasikan janjinya. Dilansir KompasTekno (6/2/2015) dariArstechnica, Google telah menunjuk CEO Nest, Tony Fadell, untuk menggodok kembali konsep Google Glass. Disinyalir, Fadell ingin mendesain kembali Glass dari awal.

Pihak Google mengatakan tak akan terburu-buru merilis Glass versi baru. "Tony tak akan merilis sesuatu sampai benar-benar sempurna. Glass akan diluncurkan ketika benar-benar siap," kata pihak Google.

Keinginan Fadell mendesain Glass dari awal, terdengar seakan-akan Glass akan muncul dengan konsep yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Disinyalir, Glass akan menggunakan teknologi System on Chip (SoC). Maksudnya, semua sistemnya akan terintegrasi dalam satu prosesor.

Untuk menggodok konsep Glass yang lebih ramah di pasaran, tampaknya Fadell membutuhkan waktu cukup lama. Pasalnya, kini persaingan untuk kacamata pintar semakin sengit. Vendor besar, seperti Apple dan Samsung seperti diketahui juga menelurkan produk kacamata pintar.

Masih belum jelas waktu pasti Glass akan kembali dirilis. Desas-desusnya, Glass versi baru akan meluncur pada akhir 2015. Kemungkinan pada ajang tahunan Google I/O.

Related Posts:

"Update" GoPro Bisa Bikin "Slow Motion"

KOMPAS.com - Lini kamera GoPro akan mendapatkan penyegaran dari segi firmware di Februari 2015 mendatang. Satu fitur baru yang paling menarik adalah hadirnya kemampuan merekam video slow motion atau gerak lambat dalam kualitas HD.

Dalam firmware terbaru ini, kamera GoPro bakal bisa merekam video 720p di 240 frame per detik. Seperti dikutip KompasTekno dari The Verge, Jumat (30/1/2015), kecepatan tersebut 10 kali lebih lambat dari framerate standar.

Satu hal yang harus dicatat, kemampuan merekam gerak lambat ini hanya hadir di lini teratas GoPro, yaitu Hero 4 Black. 

Selama ini, kamera GoPro sebenarnya sudah dilengkapi dengan mode gerak lambat. Akan tetapi, mode tersebut tidak bisa dioperasikan berbarengan dengan kualitas HD. Baru di firmware terbaru itulah, GoPro menggabungkan kemampuan slow motion dengan kualitas HD.

Situs teknologi Gizmodo sudah mendapatkan firmware terbaru ini. Saat dicoba, kemampuan baru tersebut dikatakan mampu menghasilkan video slow motion yang cukup halus. 

Akan tetapi, ada beberapa kekurangan yang ditemukan. Seperti, area pengambilan video yang dipersempit menjadi 65 derajat dan kualitas gambar yang sedikit menurun.

Penyegaran firmware tersebut juga akan menghadirkan berbagai fitur baru. Salah satunya, pengguna GoPro edisi Hero 4 Black dan Silver dapat mengonversi video time-lapse langsung di perangkat kamera. 

Sekadar gambaran, mode time-lapse sendiri sebenarnya sudah ada di firmwaresebelumnya. Namun, pengguna harus memindahkan file video ke komputer untuk mengonversi file video ke mode time-lapse.

Firmware baru ini juga akan memanfaatkan komponen accelerometer yang ada dalam kamera untuk memutar (rotate) posisi layar secara otomatis, tergantung dari posisi kamera.

Berikut video slow motion yang diambil oleh media Gizmodo dalam acara X-Games beberapa minggu lalu:

Related Posts:

Menampilkan Kecepatan Unduh di Android Oppo

KOMPAS.com - Smartphone masa kini telah mendukung teknologi jaringan 3G hingga 4G LTE dan biasanya akan menampilkan huruf 3G, H, atau 4G pada menu status smartphone ketika paket data jaringan sedang aktif.

Namun meskipun muncul huruf tersebut terkadang akan muncul tulisan loading ketika kita berselancar di internet ataupun ketika mengunduh aplikasi. Tentunya ini akan membuat kita ragu mengenai jaringannya apakah sedang aktif atau mati.

Untuk mengatasi hal ini, smartphone Oppo yang telah menggunakan Color OS 2.0 memiliki fitur untuk menampilkan kecepatan unduh jaringan pada bagian menu status. Fitur ini memungkinkann pengguna mengetahui secara pasti kecepatan unduh yang sedang terjadi pada saat kita berada pada lokasi tertentu.

Untuk mengaktifkan fitur tersebut, kita dapat mengakses Settings dan memilih menu Display. Selanjutnya, kita dapat langsung mengaktifkan fitur Show Network Speed.

Secara otomatis smartphone akan menampilkan kecepatan unduh jaringan pada menu status yang tepat berada di bagian kiri atas layar. Nantinya kecepatan unduh jaringan yang ditampilkan akan berubah-ubah sesuai kondisi yang sedang terjadi pada saat itu.
Editor: Reza Wahyudi

Related Posts:

Rahasia Xiaomi Bisa Untung Jualan Android Murah

BEIJING, KOMPAS.com - Xiaomi dikenal memiliki lini smartphone dengan spesifikasi dan performa unggul, namun harga jualnya sedikit di bawah rata-rata smartphone lain sekelasnya. 

Dengan skema demikian, sulit untuk membayangkan berapa keuntungan yang didapat Xiaomi dari setiap produk smartphone-nya. Menurut laporan Reutersoperating marginXiaomi pada tahun 2013 hanya tercatat sebesar 1,8 persen.

Meski tipis, penjualan Android Xiaomi tetap bisa untung. Hugo Barra selaku Vice President Global Xiaomi menceritakan kepada KompasTekno, bagaiamana perusahaan rintisan Tiongkok itu mendapatkan untung.

Saat ditemui seusai peluncuran duo Mi Note di Beijing, Kamis (5/1/2015), Hugo bertutur bahwa kuncinya adalah mempertahankan produk di pasar dalam jangka yang lama.

"Kami memiliki lini produk yang dijual dalam rentang waktu yang lebih lama dengan harga yang stabil, seperti Redmi 1S dan Redmi Note di segmen entry-level," ujar Hugo.

"Seiring dengan waktu, harga komponen tiap-tiap produk tersebut akan turun, sementara harga jualnya tetap sama, di situlah margin akan muncul," demikian terang Hugo.

Saat-saat awal, mungkin margin-nya akan tipis, namun semakin lama produk tersebut beredar di pasaran, maka margin akan semakin besar karena harga komponen juga akan turun.

Hugo juga mencontohkan Xiaomi Mi Note yang baru saja diluncurkan. Menurutnya, perangkat seperti Mi Note umurnya bisa mencapai dua tahun di pasaran.

Hal tersebut berbeda dengan strategi vendor-vendor smartphone besar lain, seperti Samsung dan Sony yang memiliki siklus produk lebih cepat sekitar 6 hingga 9 bulan.

Selain itu, Xiaomi juga menjual beragam aksesori untuk produk-produknya, seperti casing smartphone, earphone, dan sebagainya. Penjualan aksesori itu juga akan mendatangkan pendapatan bagi Xiaomi.

Metode penjualan melalui e-commerce juga dipilih untuk memangkas biaya pemasaran. Mereka tidak membutuhkan distributor atau reseller.

Selain itu, biaya pemasaran juga dipangkas karena Xiaomi hanya mengandalkan metode pemasaran melalui jejaring sosialnya.

"Dengan berjualan melalui situs web e-commerce, kami tidak perlu memiliki distributor dan reseller, kami menjualnya langsung, karena itulah harganya bisa sangat murah," kata Hugo.

Related Posts:

Proyektor ZTE Pakai Android, Bisa Jadi MiFi

KOMPAS.com - ZTE memamerkan sebuah proyektor portable bernama Spro 2 di pagelaran Consumer Electronics Show 2015. 

Sepintas produk ini terlihat tidak begitu berbeda dari produk serupa yang beredar di pasaran. Akan tetapi, perusahaan asal Tiongkok tersebut ternyata menanamkan begitu banyak fitur menarik di produk ini.

Salah satu kelebihan yang dimilikinya terletak di sistem operasi yang digunakannya. Perangkat yang dapat memproyeksikan video hingga 1080 piksel ini berjalan Android versi 4.4.2 KitKat.

Namun, pengguna Spro 2 tidak akan menemukan antarmuka Android yang biasa ditemukan di perangkat ponsel pintar atau tablet. ZTE menyederhanakan tampilan antarmuka agar pengguna Spro 2 dapat lebih mudah mengoperasikannya.

Salah satu contoh modifikasi antarmuka, ZTE membuat shortcut ke file film, musik, atau dokumen presentasi. Harapannya, pengguna tidak kesulitan mencari file yang ingin mereka proyeksikan melalui Spro 2 ini.

Sekadar informasi, antarmuka Android biasanya terdiri dari homescreen dan App Drawer ("laci" tempat menyimpan ikon aplikasi yang terpasang). Biasanya dibutuhkan beberapa langkah untuk mencari dokumen atau file yang diinginkan.

Spro 2 hadir dalam ukuran yang cukup mungil. Seperti KompasTekno kutip dari The Verge, Senin (12/1/2015), proyektor ini memiliki bentuk nyaris kotak dengan dimensi 5,1x 5,2 x 1,5 inci. Ia pun dilengkapi dengan layar sentuh berukuran 5 inci.

Perangkat tersebut dikatakan mampu memproyeksikan gambar dengan ukuran hingga 120 inci dengan resolusi 1280 x 720 piksel.

Spro 2 dilengkapi dengan kemampuan untuk mengakses jaringan seluler 4G LTE. Produk ini pun bisa dijadikan sebagai WiFi hotspot atau MiFi untuk delapan perangkat elektronik sekaligus.

Spro 2 sendiri baru akan segera dijual di pasar Amerika Serikat. ZTE belum membeberkan harga dari perangkat ini. Namun, mereka memberikan sedikit bocoran bahwa Spro 2 akan dibanderol antara 600 dollar AS hingga 1000 dollar AS. Belum diketahui apakah produk ini akan hadir di Indonesia atau tidak.

Related Posts:

Google Bocorkan Kelemahan Windows 8.1

KOMPAS.com - Google Project Zero menemukan adanya kelemahan dalam sistem Windows 8.1 besutan Microsoft. Kelemahan ini telah dilaporkan pada raksasa softwareitu. Namun selain melaporkan, ternyata Google juga mempublikasi kelemahan temuannya.

Dilansir KompasTekno dari Engadget, Senin (5/12/2015), kelemahan atau bug yang dipublikasikan tersebut dapat berakibat cukup fatal. Bug ini membuat pengguna dengan akses level bawah bisa menjadi level administrator pada komputer manapun yang menggunakan Windows 8.1. Level administrator membuat pengguna bisa mengakses data-data sensitif pada sistem.

Google bukan sekadar mempublikasikan kelemahan pada Windows 8.1 itu. Publikasi tersebut juga menyertakan sejumlah kode yang dapat dipakai untuk mengeksploitasinya.

Microsoft bereaksi cepat. Bug tersebut memang belum diperbaiki. Namun mereka mempublikasikan bahwa penyerang tetap harus memiliki data-data logon yang valid agar dapat masuk ke dalam sistem yang diincarnya. 

Hal ini dapat meminimalisir kerusakan, walau sebetulnya masih ada kemungkinan fatal akibat bug tersebut. “Saat ini kami sedang mengerjakan update keamanan untuk mengatasi masalah perubahan hak akses tersebut,” terang Microsoft dalam pernyataan resminya.

Sebelumnya pada 30 September 2014, Google telah melaporkan soal bug tersebut pada Microsoft. Mereka juga telah menginformasikan tenggat waktu 90 hari untuk menyelesaikan masalah itu. 

Publikasi tersebut dilakukan Google tepat setelah tenggat waktu berlalu meskipun Microsoft belum bisa menyelesaikan masalah bug terkait.

Related Posts:

Smartphone 4G Baru Lenovo Bakal Pakai Intel

KOMPAS.com - Chip LTE-Advance besutan Intel bakal diadopsi oleh dua smartphone Lenovo. Kedua smartphone tersebut direncanakan meluncur pada awal 2015. Langkah ini dinilai sebagai satu kemajuan bagi produsen chip asal California itu. 

Segmen mobile pernah diabaikan Intel selama beberapa tahun, saat itu mereka fokus pada bisnis utamanya; suplai chip untuk PC serta data center. Tapi kemudian perangkat mobile semakin booming dan banyak pengguna PC beralih ke tablet. Intel pun masuk dan berjuang di pasar mobile demi mempertahankan pertumbuhan bisnisnya. 

Selain menyediakan chip LTE-Advance untuk dua smartphone baru Lenovo, Intel juga akan mengisi dapur pacunya dengan prosesor Atom 64-bit. Satu smartphone akan dilepaskan di China pada awal Februari 2015, satu lagi akan dilepaskan di pasar-pasar negara berkembang pada awal Januari. 

Seperti dilansir KompasTekno dari Cnet, Jumat (19/12/2014), seorang sumber anonim mengatakan bahwa ini merupakan smartphone 4G pertama Intel yang mencapai China. Saat ini, China merupakan pasar smartphone dengan jumlah pengguna terbesar di dunia. Di sisi lain, Negeri Tirai Bambu itu juga sedang mempercepat penerapan teknologi 4G. 

Aicha Evans, seorang Vice President di Intel dalam wawancara baru-baru ini mengungkapkan bahwa perusahaan semikonduktor terbesar dunia itu berniat jadi pemain yang kredibel di China. “Kami sudah bertekad. Ini akan jadi marathon dengan banyaksprint di sela-selanya,” ujarnya.

Related Posts:

Xiaomi Siap Berekspansi Ke Dunia Barat?

KOMPAS.com - Setelah sukses menggarap pasar Asia, Xiaomi dikabarkan tengah bersiap untuk berekspansi ke dunia Barat. Awal perjuangan vendor asal Tiongkok tersebut dikabarkan akan dimulai pada awal tahun 2015 mendatang.

Menurut media asal Tiongkok Economic Daily News, seperti dikutip KompasTekno dariTrusted Reviews, Minggu (7/12/2014), Xiaomi akan mulai memperkenalkan diri secara resmi di dunia Barat pada ajang Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, Amerika Serikat, pada 6 Januari mendatang.

Pada ajang tersebut, Xiaomi dikatakan akan merilis penerus dari seri ponsel andalannya, Xiaomi Mi 5.

Perangkat ini sendiri dikabarkan akan hadir dengan spesifikasi yang sangat tinggi. Ia dirumorkan akan memiliki layar dengan bentang 5,7 inci dengan dukungan terhadap resolusi QHD.

Xiaomi Mi 5 akan ditenagai dengan prosesor 64-bit Snapdragon 810 dari Qualcomm, kamera 20,7 megapiksel, dan sensor pemindai sidik jari. Seperti kebiasaan selama ini, Mi generasi kelima tersebut tetap berjalan di sistem operasi Android yang dipercantik dengan tampilan antarmuka MIUI.

Xiaomi pun tidak akan memberikan banderol harga yang terlalu tinggi. Para peminat dikatakan hanya perlu menebus Mi 5 dengan harga 325 dollar AS atau sekitar Rp 4 juta.

Hingga berita ini dinaikkan, Xiaomi masih belum memberikan konfirmasinya mengenai kemungkinan dirilisnya Mi 5 di ajang CES mendatang.

Related Posts:

Apple Akan "Pensiunkan" iPhone 5c

KOMPAS.com — Setelah sempat mengurangi jumlah produksi harian iPhone 5c, Apple dilaporkan akan menghentikan selamanya pembuatan smartphone tersebut.

Seperti dikutip KompasTekno dari Cnet, Kamis (27/11/2014), iPhone yang menggunakan cangkang plastik tersebut akan berhenti diproduksi mulai pertengahan 2015 mendatang.

Apple tidak menyebutkan alasan penghentian produksi iPhone 5c tersebut. Minimnya permintaan pasar terhadap iPhone 5c disinyalir menjadi salah satu alasannya.

iPhone 5c sejatinya merupakan iPhone 5 versi plastik. Keduanya hadir dengan spesifikasihardware yang tidak jauh berbeda. Yang jadi pembeda, iPhone 5 menggunakan casingberbahan metal, sementara iPhone 5c dengan cangkang plastik.

iPhone 5c yang diluncurkan pada September 2013 bersamaan dengan iPhone 5s sejak awal diprediksi tidak bisa bersaing dengan smartphone-smartphone sekelas. Para konsumen sendiri dikatakan lebih memilih iPhone 5s karena hadir dengan berbagai fitur baru dan juga spesifikasi yang lebih tinggi dari iPhone 5c.

Apple sebenarnya menargetkan iPhone 5c untuk segmen pasar menengah di negara berkembang. Namun, harga ponsel itu dianggap belum cukup murah untuk konsumen di sejumlah negara sehingga kurang laris di pasaran.

Di Indonesia, iPhone 5c saat itu dihargai Rp 8,7 juta, lebih mahal dibandingkan ponsel Android Samsung Galaxy S4 yang dibanderol Rp 7,5 juta. 

Apple masih belum mengeluarkan komentar terkait penghentian produksi ini.

Related Posts:

AMD Resmikan Prosesor APU Carrizo

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pabrikan hardware AMD memperkenalkan dua SoC (System on a Chip) baru di ajang Future of Compute yang digelar di Singapura, Kamis (20/11/2014).

Kedua SoC tersebut mengusung nama "Carrizo" untuk konsumen yang mengunggulkan performa dan "Carrizo-L" untuk kelas mainstream.

Carrizo dan Carrizo-L akan menjadi bagian dari prosesor Accelerated Processing Unit (APU) Mobile milik AMD yang akan bisa dinikmati konsumen di paruh pertama tahun 2015 nanti.

AMD akan menggandeng sejumlah rekanan pabrikan hardware dan software-nya untuk mengembangkan produk komputasi yang komplit, mulai dari peranti komputer untuk tugas pekerjaan sehari-hari, bermain game, hingga multimedia yang mendukung grafis resolusi 4K.

Beberapa fitur yang dimiliki antara lain dukungan Microsoft DirectX 12, OpenCL 2.0, AMD Mantle, AMD Freesync, dan mendukung sistem operasi Microsoft masa mendatang, Windows 10.

"Dengan Carrizo, AMD ingin memberikan pengalaman komputasi yang hemat daya namun bertenaga untuk beragam sistem," demikian ujar Joe Macri, Chief Technology Officer, AMD saat memperkenalkan Carrizo ke sejumlah media yang menghadiri ajang "Future of Compute" di Singapura.

Ditambahkan oleh Joe, selain mampu mereduksi daya, Carrizo juga bisa meningkatkan tenaga sekaligus memberikan keamanan yang unggul karena semua perangkat klien akan mendapatkan keamanan kelas enterprise

Prosesor Carrizo  akan mengintegrasikan CPU baru dengan sandi "Excavator" dan grafis AMD Radeon pertama yang mengusung konsep Heterogeneous Systems Architecture (HSA) 1.0.

Sementara SoC “Carrizo-L” akan menggunakan CPU dengan sandi "Puma+" dengan GPU Radeon R-Series GCN untuk konfigurasi sistem mainstream.

Sistem keamanan AMD Secure Processor juga akan diintegrasikan ke dalam APU “Carrizo” dan “Carrizo-L,” sehingga konsumen dapat mendapat perlindungan keamanan kelas enterprise, ARM TrustZone untuk pengguna kelas konsumer.

AMD berharap dengan APU Carrizo tersebut, pabrikan hardware akan semakin mudah dalam merancang beragam produk sistem mobile untuk kalangan komersil dan konsumer.

Carrizo dan Carrizo-L direncanakan akan dirilis oleh AMD di rentang semester pertama 2015. Sementara produk-produk pendukungnya, seperti laptop dan sistem PC All-in-One yang mengusung APU terbaru AMD ini dijadwalkan sudah mulai dijual pada pertengahan tahun 2015.

Related Posts:

Di Indonesia, 10.000 Redmi Note Terjual dalam 40 Detik

JAKARTA, KOMPAS.com — Vendor smartphone Tiongkok, Xiaomi, pada hari ini, Kamis (13/11/2014), mencatatkan rekor baru penjualan kilat (flash sale) perangkatnya di Indonesia.

Xiaomi berhasil menjual habis stok Redmi Note-nya yang mereka miliki dalam waktu di bawah satu menit, lebih tepatnya adalah 40 detik. 

Dalam sesi flash sale yang dilakukan pada pukul 11.00 WIB siang tadi, menurut keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Lazada mengklaim telah menjual Redmi Note sebanyak 10.000 unit hanya dalam waktu 40 detik.

Sebelumnya, smartphone Xiaomi Redmi 1S yang dijual di situs e-commerce Lazada baru habis terjual dalam waktu 12 menit, seperti penjualan kilat yang dilakukan pada September lalu.

Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh akun Twitter resmi Mi Indonesia (@MiOfficial_ID). Dalam akun Twitter-nya itu, Mi Indonesia mengucapkan terima kasihnya atas dukunganfans Mi di Indonesia, disertai dengan foto yang bertuliskan "10.000 unit Redmi Note Habis dalam kurang dari 40 detik."

Sementara itu, akun Twtter resmi Lazada, (@LazadaID), menerangkan mengapa kali ini penjualan Redmi Note bisa dilakukan lebih cepat. Menurut Lazada, tim mereka menerapkan sistem penghitungan yang baru. Penghitungan dilakukan saat habisnya stok yang dipesan, bukan saat pembeli melakukan checkout.

Redmi Note yang dibanderol Rp 2 juta ini merupakan produk kedua Xiaomi yang resmi dipasarkan di Indonesia melalui situs e-commerce Lazada setelah Redmi 1S. 

Sebelumnya, Xiaomi mengklaim berhasil menjual 85.000 Redmi 1S dalam beberapa kali sesi flash sale yang dilakukan sejak September hingga November 2014.
Editor: Reza Wahyudi

Related Posts:

Kesan Pertama Menggenggam Oppo N3

KOMPAS.com - Minggu lalu, Oppo N3 resmi diperkenalkan dalam sebuah acara di Singapura. Ponsel dengan kamera putar otomatis ini adalah penerus model sebelumnya, N1, yang mengusung konsep serupa dan dirilis setahun lalu.

Sebagai salah satu model teratas, N3 dibekali dengan serangkaian teknologi andalan, termasuk kamera putar bernama resmi "Smart Rotating Camera" tadi. Ada juga tambahan lain berupa sensor sidik jari.

Bentuk fisiknya sendiri mengedepankan beberapa aspek desain yang terbilang unik. Seperti apa? Ikuti penelusuran singkat KompasTekno berikut ini

Dagu bercelah

Ukuran layar Oppo N3 sedikit "menciut" dari pendahulunya, dengan bentang 5,5 inci  berbanding 5,9 inci.

Kendati demikian, ponsel ini tetap terlihat besar dalam genggaman. Apalagi ketika bersanding dengan perangkat  lain semacam iPhone lawas yang memiliki lebar layar 3,5 inci.
oik yusuf/ kompas.com
Oppo N3 terlihat bak raksasa ketika disandingkan dengan Apple iPhone 4S
Layar lebar itu memberikan kesan lega sehingga antarmuka Color OS 2.0 yang melapis sistem operasi Android 4.4.4 Kitkat pada Oppo N3 bisa terlihat nyaman di mata.

Terlebih, UI Color OS 2.0 tidak menyediakan app drawer sehingga semua icon aplikasi akan ditampilkan di layar homescreen.

Pendekatan serupa juga diambil oleh beberapa pabrikan Android  lain dengan user interface masing-masing, misalnya Xiaomi dengan MIUI atau Lenovo dengan Vibe.
oik yusuf/ kompas.com
Bagian depan dan belakang Oppo N3
Di sisi luar, Oppo N3 varian warna putih yang diterima KompasTekno memiliki bezel layar hitam mengkilap yang kontras dengan keseluruhan warna tubuh. Seperti biasa terdapat tiga softbutton untuk keperluan navigasi, persis di bawah layar.

Di sisi-sisi perangkat ini terdapat semacam bingkai yang melebar di bagian bawah sehingga membentuk celah melengkung, sebagaimana bisa dilihat dalam foto di bawah.

Celah di bagian "dagu" perangkat ini memuat lampu LED untuk memberi notifikasi pada pengguna.
oik yusuf/ kompas.com
Celah di bagian "dagu" Oppo N3 yang dibentuk oleh bingkai di sekeliling perangkat
oik yusuf/ kompas.com
Pendaran lampu notifikasi nerwarna putih  di celah bingkai Oppo N3, tepat di bawah grill speaker
Dengan ditempatkan di bagian tersebut, kedip lampu notifikasi bisa dilihat dari dua arah -depan dan belakang- sehingga pengguna tetap bisa mengetahui adanya pesan masuk,missed call, dan lain sebagainya meskipun ponsel tertelungkup di atas meja.

Bingkai aluminium berlapis aksen chrome di sisi samping Oppo N3 itu terlihat agak menonjol dari bagian tubuh lainnya, sehingga terasa sedikit mengganjal ketika ponsel berada dalam genggaman. Tak seperti, misalnya, ponsel lain dengan sisi-sisi membulat yang lebih nyaman di tangan.
oik yusuf/ kompas.com
Dari samping, bagian bingkai di pinggiran Oppo N3 tampak sedikit menonjol dari permukaan tubuh selebihnya
Kamera, SIM card, pemindai sidik jari

Tentu, sajian utama dari Oppo N3 adalah kamera putarnya. Kamera ini ditempatkan di modul khusus yang memiliki engsel di dua sisinya sehingga bisa diputar-putar selebar 206 derajat, ke arah depan, belakang, maupun di antaranya.

Alhasil, kamera 16 megapixel milik ponsel ini pun bisa dipakai untuk mejepret selfie tanpa butuh unit kamera sekunder yang biasanya memiliki kualitas inferior dibanding kamera utama.
oik yusuf/ kompas.com
Modul berengsel yang menampung kamera putar dan LED flash pada Oppo N3
Permukaan bagian depan modul yang menjadi "rumah" kamera ini memiliki tekstur kulit imitasi, lengkap dengan pola "jahitan" di pinggiran yang membuatnya terlihat berbeda dibandingkan permukaan tubuh Oppo N3 selebihnya yang putih mulus.

Modul kamera Oppo N3 dilengkapi dengan motor sehingga bisa berputar secara otomatis, misalnya ketika menjepret foto dalam mode automatic panorama sehingga pengguna cukup diam di tempat tanpa perlu memutar badan.

Di bagian punggung, Oppo menyematkan fitur yang mulai banyak diterapkan di smartphone high-end masa kini, yakni sensor sidik jari berbentuk persegi. Cara memakainya ternyata mudah, cukup dengan menyentuhkan permukaan jari untuk melakukan registrasi dan input.
oik yusuf/ kompas.com
Pemindai sidik jari di punggung Oppo N3
Keunikan lain Oppo N3 terletak pada nampan kecil untuk SIM card yang menyatukan tempat untuk micro-SIM, nano-SIM, dan kartu memori sekaligus.

Pengguna bisa memakai kartu utama dalam bentuk micro-SIM. Kartu kedua yang berbentuk nano-SIM bisa dipakai dengan mengorbankan kartu memori micro-SD karena keduanya memakai tempat yang sama. Demikian pula jika slot yang sama terisi kartu memori micro-SD, maka kartu nano-SIM tidak bisa dipakai.

Dengan kata lain, Oppo N3 bisa menjalankan mode dual SIM (micro SIM + nano SIM) tanpa kartu memori, atau single SIM dengan kartu memori (micro SIM + micro-SD) tanpa nano SIM.
oik yusuf/ kompas.com
Laci SIM card Oppo N3 yang memuat micro SIM serta nano SIM atau kartu memori micro-SD sekaligus

Related Posts:

Nokia Temukan Cara Mempercepat 3G

KOMPAS.com - Walau divisi perangkat mobile-nya telah diakuisisi Microsoft, namun perusahaan Finlandia, Nokia tetap melakukan riset untuk meningkatkan performasmartphone di frekuensi 3G. 

Baru-baru ini, Nokia melakukan uji coba software terbarunya yang diklaim bisa mempercepat browsing sekaligus menghemat baterai.

Software tersebut diberi nama Nokia High Speed Cell FACH. Dilansir KompasTekno dariTrusted Reviews (22/10/2014), fitur tersebut bisa meningkatkan kecepatan browsinghingga 20 persen dibanding teknologi 3G yang sudah ada saat ini.

Selain itu, teknologi yang dikembangkan Nokia itu juga diklaim bisa memangkas network signalling oleh smartphone sebesar 80 persen, serta mendongkrak waktu respon hingga 65 persen.

Dengan semua kelebihan di atas, High Speed Cell FACH juga dikatakan menghasilkan daya tahan baterai yang 40 persen lebih lama.

Pengujian dilakukan oleh Nokia dengan menjalankan berbagai aplikasi di smartphone, seperti WhatsApp, Messenger, Facebook, browsing web, serta berkirim e-mail. 

Menurut Nokia, agar mendapatkan hasil yang maksimal, High Speed Cell FACH harus dijalankan dengan smartphone yang mengusung prosesor Qualcomm Snapdragon.

"Dengan banyaknya smartphone 3G yang beredar saat ini, maka penting untuk meningkatkan efisiensi jaringan dalam beban frekuensi yang tinggi," ujar Thorsten Robrecht, vice President Mobile Broadband Nokia Networks.

Menurutnya, selama ini Nokia Networks telah memiliki beragam fitur software untuk meningkatkan kemampuan smartphone dalam mencari sinyal.  "High Speed FACH adalah jawabannya," demikian ujar Robrecht.
Sumber: Trusted Reviews 

Related Posts:

24 Oktober, Galaxy Note 4 Beredar di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com — Tak lama setelah membuka masa pre-order pada awal Oktober, Samsung Galaxy Note 4 resmi memasuki pasaran Indonesia melalui acara peluncuran di Jakarta, Rabu (22/10/2014).

Galaxy Note 4 adalah phablet terbaru dari Samsung yang kali pertama diperkenalkan dalam pameran IFA 2014 di Berlin, Jerman, awal September lalu.

Perangkat ini dibekali layar 5,7 inci quad-HD (2560 x 1440) yang menjadi salah satu poin penjualan utama karena diklaim memiliki kualitas lebih baik dibanding produk lain yang sebanding.

"Dibanding layar quad-HD ponsel lain, layar Galaxy Note 4 lebih bagus karena menggunakan jenis Super AMOLED yang dikenal memiliki kualitas terbaik," kata Senior Product Marketing Manager Samsung Indonesia Febri Rusli dalam acara peluncuran Galaxy Note 4.

Di samping layar itu, lanjut Febri, Galaxy Note 4 menawarkan fitur unggulan lain berupa pena Stylus S Pen yang menurut dia selalu ditingkatkan kualitasnya pada tiap generasinya.

"Stylus S Pen pada Galaxy Note 4, misalnya, dua kali lebih sensitif dibandingkan pena serupa pada Galaxy Note 3," imbuh Febri.

Galaxy Note 4 diperkuat dengan prosesor "octa core" Exynos 5433, RAM 3 GB, memori internal 32 GB, kamera utama 16 megapiksel dengan optical image stabilizer, baterai 3.220 mAh, serta sistem operasi Android Kitkat.

Phablet ini dijadwalkan mulai memasuki pasaran pada 24 Oktober mendatang. Banderol harganya mencapai kisaran Rp 9,5 juta.


Oik Yusuf/KOMPAS.com
Model menjajal stylus S Pen di Samsung Galaxy Note 4 di Jakarta, Rabu (22/10/2014).

Related Posts:

Project Katalis: Apps Menemukan Taman Kota Tersembunyi

KOMPAS.com - Project Katalis adalah sebuah platform untuk mempertemukan dan mendorong kolaborasi antara para pegiat gerakan sosial (social movement) dengan para developer aplikasi untuk menciptakan solusi teknologi yang bertujuan mendukung gerakan tersebut memiliki dampak yang lebih besar. 

Program ini mengambil semangat Sumpah Pemuda yang bertujuan untuk mempersatukan pemuda untuk bergerak menuju Indonesia lebih baik.

Dengan semakin sedikitnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, masyarakat semakin sulit untuk mendapatkan hak mereka beraktivitas dan bersantai di taman-taman. 

Selain sedikit, akses yang ada juga tidak dibuka dengan lebar oleh pemerintah selaku pemilik dan pengelola taman kota.

Sebuah gerakan bernama HiddenPark kemudian mencoba mendorong orang untuk berkunjung dan beraktivitas di taman, dengan cara mempromosikan taman-taman dan menghidupkan berbagai kegiatan seperti olahraga, piknik, sampai nonton film di taman! 

Bukti nyata kiprah HiddenPark terlihat di Taman Langsat dan Taman Kota Tebet. Taman-taman tersebut mulai didatangi pengunjung berkat kampanye HiddenPark.

Baca selengkapnya di: http://ziliun.com/id/articles/hiddenpark-memberi-nyawa-untuk-taman-kota 

Untuk mendorong lebih banyak orang berkunjung ke taman, Hidden Park bermimpi untuk mempunyai sebuah aplikasi yang dapat memuat seluruh nama dan lokasi taman kota di Jakarta lengkap dengan informasi dan rating mengenai fasilitas, kebersihan, keamanan, desain, dan akses, hingga jadwal berbagai aktivitas seru yang ada di taman.

Selain untuk mendorong lebih banyak orang berkunjung ke taman, Hidden Park juga ingin membuat orang merasakan manfaatnya punya Ruang Terbuka Hijau yang aman dan nyaman. 

Karena dengan menghargai taman, kita akan semakin menghargai bumi dan lingkungan kita, sekarang dan di masa depan.

Developer, apakah kalian tertantang untuk membuat aktivitas di taman kota jadi lebih menyenangkan?

Tertarik untuk membantu gerakan-gerakan sosial dalam Project Katalis? Daftarkan diri Anda melalui katalis.ziliun.com.

KompasTekno merupakan rekanan media untuk Project Katalis. Dalam beberapa hari ke depan profil gerakan sosial dalam Project Katalis akan ditampilkan di KompasTekno.

Related Posts:

Rakuten Resmikan Program MicroB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rakuten sebagai salah satu marketplace e-commerce mendukung bisnis mikro di Indonesia dengan meluncurkan program MicroB. Dengan bergabung di MicroB, UKM-UKM di Indonesia juga bisa bergabung dengan marketplace Rakuten secara gratis.

Menurut Yasunobu Hashimoto, Direktur Rakuten Belanja Online, program MicroB menunjukkan komitmen Rakuten dalam membantu meningkatkan ekonomi dan memberdayakan bisnis kecil dan menengah di Indonesia.

Hashimoto mmenambahkan, saat ini sektor UKM menyumbang pendapatan terbesar bagi perekonomian negara, kontribusinya lebih dari 50 persen.

Namun, UKM-UKM tersebut memiliki kendala dalam memasarkan produk-produknya secara online, terutama dalam hal biaya.

"Hingga saat ini segmen bisnis terbesar di negara ini masih kekurangan dana untuk beralih dari offline ke online," ujar Hashimoto saat acara jumpa media di Jakarta, Kamis (2/10/2014).

"Dengan membebaskan biaya bergabung dan menjual produknya di Rakuten, maka program MicroB akan membantu mereka menjual produk mereka ke pelanggan di seluruh Indonesia," imbuh Hashimoto.

UKM yang bergabung dengan program MicroB akan mendapatkan dukungan dari Rakuten Merchant System, penyimpanan 100 MB, kuota jaringan gratis, serta kemampuan mengunggah 100 produk dalam jangka 6 bulan.

Untuk bergabung dengan program MicroB, UKM bisa mendaftarkan diri di situs Rakuten Belanja Online.

Rakuten akan melakukan seleksi dan verifikasi data yang diberikan oleh merchant, dan memastikan bahwa bisnis tersebut terpercaya menjual produk asli. Proses verifikasi ini membutuhkan waktu hingga 10 hari.

Related Posts:

BlackBerry Visa dan Victoria Bisa Dilipat?

KOMPAS.com - BlackBerry Passport adalah ponsel pintar besutan BlackBerry yang memiliki bentuk dan keyboard fisik yang unik. Ponsel ini rencananya akan diluncurkan pada 24 September ini.

Tak hanya Passport, BlackBerry ternyata tengah menyiapkan dua ponsel lagi yang juga dibekali dengan keyboard fisik tiga baris. Dua ponsel tersebut mempunyai nama kode "Visa" dan "Victoria". 

Keberadaan  kedua ponsel ini terungkap dari paten terbaru yang didaftarkan BlackBerry, seperti dilansir situs BerryReview, Jumat (19/9/2014).

Paten BlackBerry tersebut memperlihatkan sketsa ponsel dengan keyboard tiga baris yang sama persis dengan BlackBerry Passport.

Berbeda dengan Passport, keyboard "Visa" dan "Victoria" disebutkan dalam paten, bisa dilipat dan yang akan terlihat hanya satu baris papan keyboard saja. 

Belum jelas bagaimana proses pelipatan keyboard dari dua perangkat itu. Namun yang jelas, fitur ini akan membuat dimensi perangkat jadi lebih ramping dan memberi pengguna dua pilihan input, keyboard fisik dan keyboard virtual di layar.

Dari sisi hardware, dua perangkat tersebut akan dibekali layar 5,5 inci dengan resolusi 1440p dan prosesor Qualcomm Snapdragon 801 MSM8974AB.

Baru sebatas itu informasi dari "Visa" dan "Victoria" yang disebutkan akan diluncurkan BlackBerry pada pertengahan tahun 2015 mendatang.

Related Posts:

iPhone 6 Makin Kencang dengan Prosesor Baru

KOMPAS.com - Bukan hanya bentuk fisik yang berubah pada iPhone generasi terbaru, melainkan juga “jeroan” internalnya. iPhone 6 dan iPhone 6S ditenagai prosesor anyar dari Apple, A8.

A8 yang merupakan chip 64-bit generasi kedua dari Apple memiliki 2 miliar transistor yang ditanamkan dengan teknologi fabrikasi 20nm. Ukurannya 13 persen lebih kecil dibandingkan prosesor A7 pada iPhoen 5S.

Apple pun mengklaim kinerja A8 lebih tinggi dari chip sebelumnya. 

“Hingga 20 persen lebih kencang untuk CPU dan 50 persen lebih kencang soal grafis,” sebut Senior Vice President Worldwide Marketing Apple, Phil Schiller, dalam acara peluncuran iPhone 6 di Cupertino, AS, Selasa (9/9/2014) waktu setempat.

Tenaga A8 tak lantas membuat iPhone 6 lebih boros baterai. Apple mengklaim bahwa daya tahan ponsel terbarunya itu sama dengan atau lebih baik dari iPhone generasi terdahulu.

iPhone 6, misalnya, disebutkan memiliki “3G Talktime” selama 24 jam. 

Bersama dengan A8, Apple turut memperkenalkan chip motion co-processor generasi kedua, M8. Chip ini dirancang untuk mengolah data dari aneka sensor milik iPhone 6, misalnya untuk keperluan aplikasi fitness.
Sumber: The Verge
Editor: Wicak Hidayat

Related Posts:

Ponsel Murah Google Hadir 15 September?

KOMPAS.com - Ponsel Android One pertama agaknya bakal segera hadir di pasaran. Dugaan tersebut muncul setelah Google mengedarkan undangan untuk sebuah acara di India, pada 15 September mendatang.

Agenda acara, sebagaimana dilaporkan oleh The Verge, Selasa (2/9/2014), disinyalir tak lain merupakan peluncuran smartphone Android murah meriah itu.

Android One adalah nama program ponsel murah yang diumumkan oleh Google pada akhir Juni 2014. Melalui program ini, Google menyediakan desain ponsel yang bisa dipakai sebagai acuan oleh para produsen hardware untuk memproduksi handset Android. 

India adalah sasaran pertama Android One yang ditujukan oleh pasar negara berkembang. Ponsel-ponsel Android One memang dijadwalkan mulai hadir di negara tersebut menjelang akhir tahun ini. 

Google telah bermitra dengan tiga produsen hardware India -yaitu Micromax, Karbonn Mobile, dan Spice mobile- untuk memproduksi ponsel Android One.

Sebuah model ponsel dari Micromax yang dibekali layar 4,5 inci, slot dual-SIM dan micro-SD, serta radio FM sempat ditunjukkan oleh Google ketika memperkenalkan program Android One.

Perangkat-perangkat Android One rencananya bakal dibanderol terjangkau, dengan kisaran harga kurang dari 100 dollar AS. Ponsel Android One juga disebutkan bakal memakai OS Android versi stock dan akan menerima update langsung dari Google secara berkala. 
Sumber: The Verge
Editor: Wicak Hidayat

Related Posts: